Enda UNGU Akui Grogi Berat Jelang Konser 30 Tahun di Senayan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05:30 WIB
Gitaris UNGU, Enda, mengaku grogi berat jelang konser 30 tahun di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

JAGATPUBLIK.COM — Gitaris UNGU, Enda, mengaku sempat dilanda kegugupan luar biasa sebelum tampil di konser perayaan 30 tahun band tersebut. Ia menyamakan rasa grogi itu dengan pengalaman saat menjalani prosesi ijab kabul. Meski begitu, UNGU tetap sukses membawakan 29 lagu di hadapan ribuan penggemar.

Enda, gitaris UNGU, mengungkapkan kegugupan yang tak biasa sebelum konser bertajuk Waktu Yang Dinanti: Final Chapter di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Penampilan yang digelar Jumat, 30 Oktober 2026, itu menjadi puncak perayaan tiga dekade perjalanan musik Pasha dan kawan-kawan.

Pengakuan tersebut disampaikan Enda saat ditemui awak media di belakang panggung, setelah UNGU menghibur ribuan Cliquers, sebutan bagi para penggemar mereka.

Persiapan Berbulan-bulan dan Waktu Istirahat yang Terkorbankan

Menurut Enda, persiapan konser tiga dekade ini menuntut waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Para personel UNGU harus mematangkan penampilan selama berbulan-bulan, bahkan sampai mengorbankan waktu istirahat.

"Mempersiapkan ini nggak gampang. Berbulan-bulan kita untuk mempersiapkan ini, sampai tidur nggak pulas," ungkap Enda.

Yang membuatnya heran, rasa gugup itu justru muncul pada materi lagu yang sudah sering mereka bawakan di berbagai panggung.

Lagu Mudah, Kegugupan yang Tak Wajar

Enda sempat membandingkan konser ini dengan penampilan UNGU di Malaysia yang menurutnya memiliki tantangan musikal lebih rumit. Namun, besarnya momen perayaan 30 tahun justru memunculkan tekanan berbeda.

"Padahal, kadang-kadang gua juga ngomong sama anak-anak gitu, 'Ini kan hal biasa yang kita lakukan'. Songlist juga lagu-lagu yang sudah sering kita bawain," tuturnya.

"Bahkan jujur, gua kasih tahu bahwa kemarin di Malaysia tuh jauh lebih susah dari ini lagunya. Kita harus ngulik ini itu. Sekarang tuh lagu yang biasa dibawain, cuman groginya gila," ujar Enda.

Disamakan dengan Ijab Kabul

Saking gugupnya, Enda melontarkan candaan kepada rekan-rekan satu bandnya. Ia menyamakan perasaan sebelum naik panggung dengan pengalaman ketika menjalani prosesi ijab kabul.

"Gua tadi sempet bilang sama anak-anak, 'Gilaaaa, gua grogi mau manggung, ini sih sama kayak gua ijab kabul'," sambungnya.

Enda menyebut momen ijab kabul sebagai salah satu pengalaman yang pernah membuatnya sangat gugup. Perasaan serupa kembali muncul menjelang konser, tetapi antusiasme penonton dan tiket yang terjual habis membuatnya berusaha tetap percaya diri.

"Gua pernah grogi di saat gua ijab kabul. Bahkan, ketemu penghulu tuh grogi. Nah ini gua rasain lagi nih groginya. Cuman pas ngelihat antusias penonton, tiket sold out, ya tetap berjuang untuk melayakkan mental untuk tetap main bagus, tetap tampil," tutup Enda.

29 Lagu dan Kolaborasi Lintas Generasi

Terlepas dari rasa gugup tersebut, UNGU berhasil menyuguhkan penampilan sepanjang konser. Sejumlah lagu populer seperti "Cinta Gila" dan "Kekasih Gelapku" dibawakan untuk mengajak para Cliquers bernostalgia.

Pasha dan kawan-kawan menutup konser dengan "Hampa Hatiku" dan "Bayang Semu". Total 29 lagu dibawakan dalam perayaan tiga dekade tersebut.

Konser ini juga diramaikan kolaborasi spesial. UNGU berbagi panggung dengan penyanyi Andien, Rossa, dan pedangdut Lesti Kejora.

Suasana bertambah istimewa dengan kehadiran generasi berikutnya dari keluarga personel UNGU. Pasha tampil bersama putranya, Kiesha Alvaro, sementara Enda berkolaborasi dengan putrinya, Zara Leola.

Terkini